Selasa, 22 Mei 2018

Dear Daddy...

Song Played : Because of you - Kelly Clarkson (Always listened since 2009)  


Dear Daddy...
This is the letter from your little girl, the letter that will never sent to you... Because i didn't have any courage to send it to you...

Dad, when i search quote about Dad, i don't know why i feel something wrong with that.. I know i love you, you are my Daddy, our Daddy... You do everything for us, for Mom, Imah and I...

Daddy, i'm sorry....
I know you love us, and everyone has a mistakes,,, but.....

I still remember that day... The day when you fight with moms, the day when moms pick me to school late than before, the day when i cry for the first time for the reason that i didn't know.... I still remember when moms crying in the silently and you didn't came back to home for a few days... I remember that vaguely...

And the day passed... It's a long time until i see that again, i heard that phone call... and i remember how Moms cry again, she search everything in you bags. That day i know Dad,,, you disappoint me... And that was the time when for the first time i start to like someone...

You know Dad... I'm afraid Dad, I'm scared... I didn't have any courage to start to like someone again...

I asked Mom " Why you still live with Dad, Moms?" and she answered with her soft voice "Because He is your Dad, Because I have you and your sister... And He promise me never do that again"...

Oh God, i can't forget all the messages, the package and everything that you and Moms get from that woman.. I know you already begged, you promised Mom that you never do that again,,, but i still feel something wrong until now...

'Daddy is daughter first love', yes you are, and you are the first one who broke my heart too...

But you know that, i still love you... You are my hero,your are the first who teach me, you are the first who support me,, you are the one who concern me,, and you are the first of All...

We love you Daddy, and i'm sorry....

Maybe this is the time for me to trust Mom.. Try to love you again without but.. 
I don't know how... but i will try.... 



Djakarta, May 22 2018



The little girl who want to love her Daddy...
The little girl who want to try to trust someone, to trust the man...

Kamis, 10 Mei 2018

Marriage...

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ
فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Marry the single people from among you and the righteous slaves and slave-girls. If you are poor, Allah (SwT) will make you rich through His favour; and Allah (SwT) is Bountiful, All-Knowing." (Surah 24, Verse 32)


Senin lalu, di grup kelasku (Oh mungkin aku belum menulis tentang grup kelasku, nanti kalau ada waktu yes ^.^), ada istilah K3DB -Ku Kenal Kau Dengan Bismillah-, hari itu merupakan giliranku menjawab pertanyaan yang dilemparkan moderator yang sebelumnya dikumpulkan oleh koordinator. Setelah menjawab pertanyaan itu, berkali - kali aku membacanya, menimbulkan sebuah kecamuk kecil yang masih meragukan. Salah satu bunyi pertanyaannya "Kapan siap menikah?", seolah menjadi kerikil kecil yang kalau kau tidak hati - hati akan sakit. Pertanyaan itu membuatku merenung dan memutuskan, bahwa aku harus belajar, harus mempersiapkannya.

Hari ini sepulang dari kajian The Rabbanian di Masjid Al-Azhar, sebuah pertanyaan besar menari di otakku. Membuatku memutuskan bertanya padanya, seseorang yang melalui ridhonya bisa mendapatkan ridho-Nya.

V: Ma, sebaiknya Vivi lanjut S2 dulu atau menikah dulu ma?
M: Menikahlah nak....

Tanpa ragu dua buah kata itu mengalir lancar pada suara yang selalu membuatku tenang itu. Oke baiklah, mungkin untuk S2 bisa ditunda dahulu... Lalu kembali sebuah pertanyaan melintas diotakku....

V: Lalu mama ingin Vivi menikah kapan?
M: Kalau bisa tahun depan...
V: Kalau tahun 2020 ma?
M: Itu umurmu udah mau 26 kan nak, jangan menunda kalau sudah ada yang mau datang...

Lagi... Sama seperti tadi, aku tidak bisa membantah dan seperti kehabisan kata - kata. Lidahku kelu seperti lupa bagaimana bunyi huruf A. 

M: Carilah Ia lelaki yang mengerti, lelaki yang tidak mudah memutuskan berpoligami. Carilah lelaki yang setia... Kalau ada yang datang, jangan langsung menolak. Mulai sekarang mulailah belajar menjadi wanita harus seperti apa.

Pembicaraan di telpon masih berlanjut tentang kerinduan anak dan orang tuanya, mengenai baju lebaran dan sebagainya hingga akhirnya telpon ditutup. 

Ketika sambungan itu terputus aku menyadari, sudah saatnya memulai yang belum dimulai. Kalau mama sudah berkata demikian maka tiada lagi yang bisa dilakukan selain berikhtiar. Karena menikah adalah sebuah ibadah jangka panjang, yang mana nantinya, hadirnya dia adalah karena Allah menghadirkannya, sebagai makhluk yang masih belum baik ini aku harus banyak belajar. Mari kita sama - sama belajar, merubah diri menjadi manusia baik.

Hai kamu, kamu yang disana, kamu yang ntah siapa... Bantu aku dahulu, dalam doamu agar aku selalu mengingat-Nya, hingga lambat laun aku bisa mengingat siapa dirimu. Aku pun demikian, dalam doaku akan berusaha untuk mengingatkamu agar selalu meingat-Nya. Mari kita saling mengingat hingga Ia berkata sudah waktunya untuk mengingat-Nya bersama.

Jika ada kesempatan, aku akan melanjutkan mencatat intisari dari materi tadi, sebuah kajian dengan tema "Perhiasan Terbaik"- Ustd. Rizal Yuliar,Lc. Untuk diriku sendiri dimasa kini dan dimasa depan, sebagai pengingat tentang ilmu yang telah diperlajari. 
 

 Djakarta, 09 Mei 2018...
Sudah berganti hari saat terpublish...


Dibalik sayup suara kipas dan dentingan sang malam..
Dari aku untuk aku yang memikirkan untuk apa aku..
NHN 

Senin, 07 Mei 2018

Karena....

Karena Fajar dan Senja itu ada di saat berbeda...
Karena Siang dan Malam tak bisa dipersatukan...
Karena diamnya aku bukan berarti iya...
Karena tidak nya aku bukan berarti tidak...
Karena iya nya aku juga bukan berarti iya...
Karena dua dari satu bisa saja itu nol...

Tak ada kesan tak ada alasan...
Masih coba mencari, menelaah lebih pasti...
Untuk apa ada disini, kenapa aku disini...
Agar aku tau alasan apa aku ada disini...

Dengan izin-Nya pasti...
Dengan suratan-Nya pasti...
Tapi masih banyak yang belum ku kenali...
Perasaan itu, yang kuanggap dulu sama...
Ternyata bukan...

Seperti jerami... Yang awal kukira sama...
Tapi ternyata berbeda...
Tapi....
Tapi...
Ntahlah....

Rabu, 02 Mei 2018

Namaku.....

Kalau gajah mati meninggalkan gadingnya, harimau mati meninggalkan belangnya, manusia seharusnya bisa meninggalkan namanya... Namaku tidaklah harum, tidak dikenal jutaan orang di dunia, namaku tidak menorehkan prestasi berharga, tapi namaku telah dipilih oleh-Nya, dititipkan pada pasangan suami istri yang mengukir janji setia dibulan kemerdekaan Indonesia tepat pada tahun 1993 silam....

Walau namaku tak seharum Bapak Soekarno, yang dikenal atas jasanya, atau Ustd. Abdul Somad yang terkenal dengan dakwah khasnya, atau Ustd. Hanan Attaki yang dikenal dengan dakwah penggerak generasi milenial, atau jutaan nama yang begitu meluas di masyarakat, setidaknya, bila aku mati, nama ini tetap ada yang mengingat, atau bila tidak... TERINGAT

Aku lahir di waktu senja, saat sang matahari tergelincir menyambut hadirnya malam... Saat yang sama indahnya dengan waktu fajar... Oh aku tidak bisa membandingkan mana yang lebih indah antara fajar dan senja, karena mereka sama - sama indah walau bertentangan...

Aku lahir di sebuah rumah sakit negeri di kotaku, kata mama aku lahir ketika waktu hampir adzan maghrib, jadi beliau dan papa tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun diwaktu jam 00.00 seperti orang kebanyakan, katanya, "Kamu belum lahir",😄😄

07 November 1994, kalo lihat di kalender sih hari senin,,, Nabi Muhammad SAW juga lahir hari senin,, harapan besar bagi orang tuaku agar bisa mengikuti tata cara kehidupan beliau, setidaknya walau tidak bisa sama seperti beliau, kami bisa mencontoh sang anak, Sayyidah Fatimah Az-Zahra (Masih terbayang bagaimana semangatnya papa kala pagi 13 November 2002 menyebutkan nama itu, kata papa, seperti nama anak Nabi, dan kini bocah kecil itu sudah mau lulus SMP, masa terlalu cepat berlalu)

Kembali ke namaku... Noviza Hayatinur... Yang ngasih nenek, kata mama, dulu sempat berfikiran untuk mengganti jadi Novita, tapi nenek bilang, Noviza saja... Dan kalau tidak salah, salah seorang guru Bahasa Arabku bilang, pernah membahas namaku begitu beliau mengabsen di kelas...

"Sepertinya nama kamu bukan Noviza, seharusnya Nafiza.... Mungkin ada alasan kenapa menjadi Noviza, tapi kalau Nafiza, maka arti namamu akan cocok...
Nafiza = Jendela, Hayati = Hidupku, Nur = Cahaya... Jendela cahaya hidupku,,, kurang lebih begitu artinya"

Itu adalah kalimat pemaparan yang masih aku ingat hingga saat ini, yang sore harinya sepulang dari sekolah kusampaikan ke mama dan mama menghubungi nenek... Benar begitulah maksudnya... Novi disesuaikan dengan bulan lahirku, begitulah kira kira....

Harapan mereka, aku menjadi jendela, hidupku bisa berarti bagi diriku sendiri, orang tuaku, dan juga orang di sekelilingku.... Tapi kini aku kembali berkaca, sudahkan harapan itu tercapai? sudah mampukah aku membuka dan menjadi penerang layaknya jendela melewatkan cahaya sang surya di siang hari... Sudah mampukah aku menjadi jendela,, membawa angin segar bagi keluarga dan lingkunganku... Bukan hanya sekedar jendela tempat orang mengintip, atau tempat nyamuk berlalu layang... Eh, tapi itu ada manfaatnya, mengintip lewat jendela membantu kita mengetahui siapa yang mengetuk pintu, meminimalisir kedatangan tamu tak diundang tentunya, dan tempat nyamuk berlalu lalang,, tergantung sepositif apa kamu memandang nyamuk itu....

Aku hanya ingin, sosok dengan nama yang dititipkan-Nya ini bisa sedikit, walau hanya sebesar biji zarrah, memberikan cahaya untuk siapapun yang ada disekitarnya...

Jakarta, 02 Mei 2018...

Dalam lantunan kisah Maryam di Pusat Kota Jakarta...
Jendela cahaya hidupku...

Selasa, 01 Mei 2018

Sajak Perkenalan (Kembali Pulang)

Hi apa kabar??? Sepertinya butuh waktu untuk membersihkan sarang laba - laba di sudutmu... Terlalu lama rasanya aku tidak menyambangimu... 4 tahun... Terlalu lama aku tidak ada disini.... Toh, tidak ada yang tau kan, tidak ada yang perduli...
Tapi, aku perduli,, setidaknya aku harus perduli dengan diriku... Setidaknya itu dulu... Belajar mengerti diri dahulu, lalu kau bisa mengerti dan mengenali orang lain, agar mereka bisa menerima dan mengertimu juga... 
Seperti daun yang mengerti kenapa ia gugur, seperti air yang mengerti bagaimana hulu melepasnya ke hilir, seperti matahari yang mengerti bagaimana mendudukkan fajar dan senja secara berdampingan...
Seperti itu, tanpa berat sebelah, aku harap aku bisa mengerti, kenapa aku disini, untuk apa aku disini, dan bagaimana agar aku bisa bertahan disini...


Dalam catatan sunyi, 
Jakarta, 01 Mei 2018

Untuk diriku dan masa depan...
Pr mu hingga saat ini....
Pahami apa itu mengerti....