Minggu, 29 Desember 2013

Corrugated Life

Kemaren mungkin memang menjadi hari yang cukup berat bagi saya... Tapi kini, setelah di fikir - fikir, ada makna dan hikmah dibalik itu semua...

Jujur, rasa sedih itu masih sering hinggap di fikiran saya. Kegagalan yang bukan hanya sekali, berasa seperti orang yang jatuh ke lubang yang sama... Eits, tapi ternyata gak boleh ada judge seperti itu.. Itu yang saya rasakan setelah mengalami berbagai peristiwa kegagalan itu...

Tadi, ketika saya merasa sangat terpuruk dan benar - benar hancur , terlintas fikiran mengenai Thomas Alfa Edison... Bukankah ia harus melakukan hingga seribu lebih percobaan sebelum berhasil menemukan lampu penerang? Ini berarti dia harus mengalami beratus - ratus kali kegagalan kan buat berhasil seperti sekarang... Dan saya? Saya baru dua kali gagal, dan gak boleh terlintas fikiran menyerah untuk mencoba lagi... Ada banyak cara dan rencana indah lain yang mungkin masih sengaja disimpan Allah dulu hingga akhirnya dikeluarkan disaat yang tepat...

Satu mimpi saya, berharap mempunyai rumah singgah mungil yang mampu membantu berbagi kebahagiaan pada mereka generasi bangsa yang kurang beruntung... That's a big dream, so i won't give up, and will try another ways to reach that dream.... Wish me luck all...







Because life is never flat, like corrugated paper, rhytm and melody,, there is up and down... Fighting!!

Jumat, 27 Desember 2013

Niat

Hari ini pengumuman pengurus himalogin, himpunan mahasiswa yang ada di departemen saya. Entah mengapa, sejak dua hari yang lalu perasaan gelisah itu timbul, perasaan takut akan ketidak berhasilan saya diterima sebagai pengurus himpro tersebut. Dan benar saja, hati itu penerima sinyal alam terbaik yang pernah ada...

Kenapa saya tidak lulus? Suatu pertanyaan yang saya sendiri tidak terlalu yakin jawabannya, tapi yang pasti, satu hal yang entah kenapa meyakini saya bahwa hal ini akan terjadi adalah NIAT...

NIAT, satu kata dengan empat huruf yang kalau diselami lebih jauh memiliki makna paling dalam untuk lancarnya sebuah urusan. Niat awal saya memang masih lurus memilih salah satu divisi . Niat awal yang semula masih tulus dan lurus. Niat awal yang masih baik itu sedikit ternodai oleh sesuatu, sesuatu internal yang membuat niat saya jadi tidak selurus itu, tapi sedikit bercabang, seperti ujung rambut, cabang kecil dan halus yang ternyata simbol kerusakan...

Hadirnya dia membuat saya yang semula ingin memasuki divisi itu karena memang merasa terpanggil justru menjadi bercabang dengan tambahan niat ingin bersamanya. Dua hari yang lalu, ketika perasaan gelisah itu datang, saya baru tersadar bahwa niat ini salah, sangat salah bahkan. Dan ternyata benar, hari ini, begitu saya melihat pengumuman hasilnya, tak ada nama saya di divisi tersebut.

Sedikit down memang begitu mengetahui hasilnya, dan saya benar - benar menyesal karena telah mencabangkan niat saya itu. Saya ingat kata - kata mama, belajarlah dari kesalahan. Sepertinya saya lupa akan kata pusaka itu sehingga harus terjerumus di lubang yang sama.

Tapi, ada sebuah pepatah yang bilang kan, ada banyak jalan menuju roma. Gak cuman lewat divisi itu, masih ada cara lain yang bisa saya tempuh untuk meluruskan niat awal saya.

Seperti mama, saya ingin seperti mama. Dengan niat yang tulus, membantu mengajarkan beberapa anak, ya tidak perlu banyak, tapi berhasil. Mama yang saya lihat dengan penuh kesabaran mengajarkan salah satu anak didiknya yang autis. Bila saya jadi mama, belum tentu saya sesabar itu, hehehehe... Tapi, melihat mama begitu bahagia karena pencapaian yang diraih adik itu sejauh ini, membuat saya ingin seperti mama, puas sekali rasanya berhasil membuat mereka menjadi lebih baik dari yang sebelumnya...

Semoga, dengan belajar dari kesalahan ini, saya tidak terjerumus ke kesalahan yang sama. Semoga Allah masih memberikan jalan lain untuk terus menjaga niat dan semangat saya ini. Semoga suatu saat impian saya memiliki yayasan kecil yang mampu menampung mereka dapat terwujud, dan semoga suatu saat nanti saya bisa merasakan perasaan bahagia seperti mama...







Karena Allah selalu punya rencana yang lebih baik dari yang pernah kita rancang....
~~~

Rabu, 25 Desember 2013

Faith, Hope, and Love

Tuhan, aku ingin menangis.... 
Tidak, aku bukan ingin, tapi kini aku sudah menangis...
Salahkan aku bila rasa itu ada dan muncul dengan sendirinya?
Salahkah aku bila setiap hari dan waktuku terlintas bayang tentangnya?
Salahkah aku mendoakannya? berharap ia pangeran yang kau pilihkan untukku?

Tuhan, jika ini memang salah...
Bantu aku melupakannya, melupakan semua tentangnya,,,
Bantu aku untuk tidak mengingatnya...

Tapi, jika rasa ini memang benar...
Tanpa ada kerugian dan kesalahan nantinya...
Kuatkanlah... Pertahankanlah...
Berikan jalan terbaik untukku dan dirinya...
Berikan kisah dengan akhir terindah yang selalu kau ciptakan...

Karena aku percaya...
Engkaulah yang Maha Berkehendak...
Yang menampung semua harapan hambanya...
Yang mampu menulis kisah cinta terindah untuk setiap makhluk-Mu...

A Thousand Years

One Step Closer...

I have died every day waiting for you..
Darling don't be affraid i have loved you..
For a Thousand Years.. 
I'll love you for a thousand more...
*i love this part*
 ~~~~
Ntah kenapa, kalo ngedengerin lagu ini tu bawaannya adem banget, antara senang, sedih, terharu semuanya nyampur jadi satu. Lagu A Thousand Years yang dibawain Christina Perry ini mampu buat saya berimajinasi dan berharap untuk sebuah peristiwa penting suatu saat nanti...

Swear, i choose this song as my favorite romantic song forever...

Sebuah hayalan timbul setiap mendengar lagu ini. Just a little pict about the perfect time that can change my life... Merancang sebuah hayalan indah tentu saja tak menjadi hal yang salah bukan?? Sebuah hayalan dimana ketika saat itu datang, seorang pangeran dengan segala kelebihan dan kekurangnya menekukkan kaki,berlutut memberanikan diri sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil di hadapan saya. Dengan segenap ketulusan hatinya dan perasaan sayangnya ia memberanikan diri mengutarakan semuanya, dengan sebuah cincin manis yang menyembul malu - malu keluar dari kotak itu... Thats a sweet romantic moment for me...

Sebuah hayalan kecil ketika kisah bersejarah itu terjadi, lagu ini menjadi pengiring utama kejadian itu... Dengan seikat bunga yang ikut keluar begitu saya mengagguk setuju dan memberanikan diri merangkulnya, memeluknya seakan tak ingin lepas darinya...

Berlatar belakang suasana malam dan dinginnya angin musim gugur, di sebuah taman yang penuh dedaunan kering berwarna orange begitu tertimpa sinar lampu taman. Disaksikan jutaan ciptaan Allah, bintang, bulan udara, tanah, langit dan semua keindahan lainnya, lalu diakhiri dengan senyum dan tawa bahagia dari semua orang yang menyaksikan... Semua saksi yang akan ikut bahagia di hari yang bahagia itu nantinya...

Oh, wanna cry though only imagine about that... The sweet romantic scene in my own film... The best moment in my whole life....  


God, let all romantic things happen with my... Give me someone special who care about me, can understand me, and he is the best for me...
~~~



Selasa, 24 Desember 2013

Airport (Bandara, tempat semua bisa terjadi bersamaan)

Satu kata yang selalu akrab ditelinga kita , terutama bagi perantau seperti saya. Banyak hal terjadi di tempat ini, mulai dari tawa kebahagiaan menyambut kedatangan keluarga, kesedihan mengenai perpisahan, bahkan juga tempat dengan semangat baru untuk memulai langkah baru peteluangan.

Sebenarnya tadi saya sempat menonton sebuah film bertema cinta dengan judul "Love Actually". Dari judulnya saja telah terlihat film ini menyajikan kisah klise mengenai bagaimana cinta itu ditunjukkan. Oke, just forget about the movie, see what the meaning inside "There are so many ways to show your love".

Kembali ke bahasan awal, ada satu adegan pada film ini yang berkaitan dengan judul saya kali ini. Adegan Airport atau Bandara. Sebagai seorang perantau yang membuat saya mau tidak mau menggunakan pesawat sebagai alat transportasi tentu sudah akrab dengan bandara.

Ya, Bandara... Sebuah kata dimana berbagai peristiwa dapat terjadi di sana. Seperti yang saya alami, bagaimana rasa bahagia begitu tiba di bandara melihat senyum orang tua saya yang menanti saya. Tapi, di bandara pula tempat di mana saya bisa menangis karena harus pergi lagi meninggalkan orang tua saya di sana. Dan di bandara juga, saya dalam kesendirian saya, menginjakkan kaki di tempat asing dan memulai langkah baru demi cita - cita dan masa depan.

Bandara itu punya banyak kisah, perpisahan dan pertemuan, dua kejadian yang bisa terjadi di satu tempat. Tempat dimana orang menanti kedatangan dan juga melepas kepergian. Masih menyangkut pada film yang saya tonton tadi, disana digambarkan bandara merupakan tempat paling membahagiakan karena disana mereka menanti orang - orang yang mereka kasihi dan juga bertemu orang baru yang ternyata bisa menjadi takdir mereka.

Bicara tentang takdir, sedikit hal mengganggu di otak saya, Apakah ini takdir saya sampai di kota Hujan ini?. Ada banyak misteri kisah yang bakal terjadi nantinya sehingga saya ditakdirkan berada di kota hujan ini. Bila kita mengaitkan dengan bandara, sedikit khayalan mulai berseliweran di otak saya bila nanti saya jatuh cinta.

Tak pernah terpikirkan dulu oleh saya bila jatuh cinta dengan orang yang berasal dari daerah yang amat jauh seperti ini. Tapi setelah berada di tempat jauh ini, bagaimana bila cinta itu datang. Kita tentu tak punya wewenang menolak kehadirannya kan. Lalu apa hubungannya dengan bandara?

Karena saya bukan berasal dari daerah ini, dan bandaralah tempat yang akan menentukan kisah berikutnya. Sedikit berangan - angan, bila saya jatuh cinta pada lelaki dari daerah ini, apa akan ada rasa kehilangan itu ketika saya melambaikan tangan dan berkata selamat tinggal bila saya harus pulang nantinya? Atau malah kami berdua yang akan pergi dan mengucapkan selamat tinggal pada yang lainnya demi menemui orang tua saya.

Sedikit harapan untuk opsi yang kedua tentunya. Tapi kalau yang terjadi justru pertama atau malah tidak ada seorang pun yang akan merasa kehilangan begitu saya pergi bagaimana? Tidak ada yang merasa kehilangan itu lebih baik, setidaknya biar saya yang akan merasa kerinduan itu nantinya. Jadi, bagaimana caranya agar rasa kehilangan itu tidak muncul? Dengan tidak pernah menimbulkan rasa memiliki tentunya.

Tapi saya jatuh cinta. Sebenarnya saya juga bingung ini bisa dikatakan cinta atau tidak. Yang pasti setelah menonton film tadi dan mengingat dari mana saya berasal, rasa takut itu muncul. Takut bila suatu saat rasa itu ternyata memang benar dan akan ada adegan bandara seperti yang saya hayalkan tadi. Adegan bandara dengan suatu kisah yang saya harap bahagia dengan saya dan pangeran sebagai bintang utamanya. Sebuah kisah kedua yang saya harap menjadi kenyataan. Dimana begitu saya kembali, akan ada seseorang yang mencintai dan saya cintai menyambut dengan senyum dan pelukan bahagianya begitu saya tiba, akan ada perasaan yang begitu senang pada diri saya karena akan segera bertemu dengannya, dan begitu datang waktunya, kami berdua yang akan pergi bersama menemui orang tua saya.


Bila yang terjadi yang pertama bagaimana? Saya hanya bisa berharap rasa ini tidak benar - benar ada dan tidak akan ada yang meninggalkan dan ditinggalkan sehingga tidak tercipta rasa kehilangan. Yang bisa saya lakukan sekarang hanyalah berdoa, dan berharap semoga hari esok dan seterusnya, semua takdir yang terjadi adalah takdir baik, Karena Allah pasti punya kisah indah buat setiap makhluknya...



Hal yang paling membahagiakan adalah melihat senyuman mereka..
Mereka yang menunggu dengan harapan dan menyambut dengan hangat...
Mereka yang menantikan kedatangan dengan teramat sangat...
Mereka yang Mencitai Kita...

~~~~


Minggu, 22 Desember 2013

Selamat Hari Ibu

"Ketika ketika mengingat kembali,,, orang yang akan selalu mendukung kita, disaat kita terpuruk, orang yang akan selalu tersenyum saat kita bahagia, orang yang akan selalu hadir memberi dekapan terhangatnya, orang yang akan selalu memberi nasehat terbaik, yang selalu ada saat kita butuh teman, sahabat, sekaligus figur wanita yang akan menuntun kita... Ialah ibu"

Harapan dan Hujan

Seseorang pernah berkata kepadaku...
"Berdoalah ketika hujan, karena ketika hujan doamu akan lebih di hijabah oleh Allah"

Well,, hujan di minggu pagi, membuat kita memilih antara meneruskan mimpi indah semalam atau malah mencari aktifitas baru untuk menghangatkan badan... Kali ini aku tak memilih keduanya, hanya memilih menyuarakan sedikit suara hati dan menuangkannya sendiri...


"Tuhan, di pagi yang dingin ini, dengan rintik rezeki mu ini, dengarkanlah sedikit permohonanku...
Berikanlah yang terbaik bagiku, jagalah aku dari fikiran dan selera nafsu sesaat...
Jika engkau mengijinkan, berilah satu yang terbaik, berilah lelaki yang hebat, berani dan mampu menuntunku menuju bahagia dunia dan akhiratmu... Tapi bila engkau tidak mengijinkan, jangan jauhkan kami, sambung kami dalam ikatan indah tali silaturahmi mu, jadikan mereka kakak yang terbaik dan hebat ya Allah dan berikan mereka pendamping yang sesuai dan mampu membuat mereka bahagia ya Allah... Untukku, aku cuman meminta kau memberikan sosok lelaki yang mampu menuntunku, menjagaku, menyayangiku dan membantuku menuju ridho-Mu ya Allah"






Karena cinta yang terbaik itu adalah cinta dalam diam,
Seperti cintanya Ali pada Fatimah dan juga cinta Fatimah pada Ali,
Yang tersembunyi dalam diam demi menjaga cinta mereka,
Biarkan Allah yang menyuarakan cinta 
Memunculkannya menjadi bentuk cinta terindah 
Untukku, Untukmu, Untuk kita dan mereka..
~~~