Sebenarnya tadi saya sempat menonton sebuah film bertema cinta dengan judul "Love Actually". Dari judulnya saja telah terlihat film ini menyajikan kisah klise mengenai bagaimana cinta itu ditunjukkan. Oke, just forget about the movie, see what the meaning inside "There are so many ways to show your love".
Kembali ke bahasan awal, ada satu adegan pada film ini yang berkaitan dengan judul saya kali ini. Adegan Airport atau Bandara. Sebagai seorang perantau yang membuat saya mau tidak mau menggunakan pesawat sebagai alat transportasi tentu sudah akrab dengan bandara.
Ya, Bandara... Sebuah kata dimana berbagai peristiwa dapat terjadi di sana. Seperti yang saya alami, bagaimana rasa bahagia begitu tiba di bandara melihat senyum orang tua saya yang menanti saya. Tapi, di bandara pula tempat di mana saya bisa menangis karena harus pergi lagi meninggalkan orang tua saya di sana. Dan di bandara juga, saya dalam kesendirian saya, menginjakkan kaki di tempat asing dan memulai langkah baru demi cita - cita dan masa depan.
Bandara itu punya banyak kisah, perpisahan dan pertemuan, dua kejadian yang bisa terjadi di satu tempat. Tempat dimana orang menanti kedatangan dan juga melepas kepergian. Masih menyangkut pada film yang saya tonton tadi, disana digambarkan bandara merupakan tempat paling membahagiakan karena disana mereka menanti orang - orang yang mereka kasihi dan juga bertemu orang baru yang ternyata bisa menjadi takdir mereka.
Bicara tentang takdir, sedikit hal mengganggu di otak saya, Apakah ini takdir saya sampai di kota Hujan ini?. Ada banyak misteri kisah yang bakal terjadi nantinya sehingga saya ditakdirkan berada di kota hujan ini. Bila kita mengaitkan dengan bandara, sedikit khayalan mulai berseliweran di otak saya bila nanti saya jatuh cinta.
Tak pernah terpikirkan dulu oleh saya bila jatuh cinta dengan orang yang berasal dari daerah yang amat jauh seperti ini. Tapi setelah berada di tempat jauh ini, bagaimana bila cinta itu datang. Kita tentu tak punya wewenang menolak kehadirannya kan. Lalu apa hubungannya dengan bandara?
Karena saya bukan berasal dari daerah ini, dan bandaralah tempat yang akan menentukan kisah berikutnya. Sedikit berangan - angan, bila saya jatuh cinta pada lelaki dari daerah ini, apa akan ada rasa kehilangan itu ketika saya melambaikan tangan dan berkata selamat tinggal bila saya harus pulang nantinya? Atau malah kami berdua yang akan pergi dan mengucapkan selamat tinggal pada yang lainnya demi menemui orang tua saya.
Tapi saya jatuh cinta. Sebenarnya saya juga bingung ini bisa dikatakan cinta atau tidak. Yang pasti setelah menonton film tadi dan mengingat dari mana saya berasal, rasa takut itu muncul. Takut bila suatu saat rasa itu ternyata memang benar dan akan ada adegan bandara seperti yang saya hayalkan tadi. Adegan bandara dengan suatu kisah yang saya harap bahagia dengan saya dan pangeran sebagai bintang utamanya. Sebuah kisah kedua yang saya harap menjadi kenyataan. Dimana begitu saya kembali, akan ada seseorang yang mencintai dan saya cintai menyambut dengan senyum dan pelukan bahagianya begitu saya tiba, akan ada perasaan yang begitu senang pada diri saya karena akan segera bertemu dengannya, dan begitu datang waktunya, kami berdua yang akan pergi bersama menemui orang tua saya.
Bila yang terjadi yang pertama bagaimana? Saya hanya bisa berharap rasa ini tidak benar - benar ada dan tidak akan ada yang meninggalkan dan ditinggalkan sehingga tidak tercipta rasa kehilangan. Yang bisa saya lakukan sekarang hanyalah berdoa, dan berharap semoga hari esok dan seterusnya, semua takdir yang terjadi adalah takdir baik, Karena Allah pasti punya kisah indah buat setiap makhluknya...
Mereka yang menunggu dengan harapan dan menyambut dengan hangat...
Mereka yang menantikan kedatangan dengan teramat sangat...
Mereka yang Mencitai Kita...
~~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar